Momen ini
Selalu suka momen ini. Menghabiskan waktu berdua. Tanpa memikirkan hal-hal yang bikin pusing, tugasku ataupun tugasmu. Mendengar dan melihat lelucon bodohmu yang selalu berhasil membuatku tertawa. Mengilikitik kakimu yang selalu membuatku senang karena melihatmu tersiksa kegelian. Bercerita tentang apapun yang terjadi padaku, di 1 sisi kamu berperan layaknya ayah bagiku yang menasehatiku dengan gaya sok tua mu, atau berperan sebagai kakak yang ingin melindungiku, sebagai pacar yang bersikap netral, atau pun sebagai teman beradu pendapat. Lalu aku tiba-tiba pura-pura bad mood karena ada perkataanmu yang tidak aku suka, karena aku ingin kamu membujuk dan merayu dan meminta maaf dengan manja. Lalu kita tertawa lagi. Aku bernyanyi, walau kamu selalu mengatakan suaraku itu bagus tanpa diiringi alat musik, tapi alangkah lebih bagusnya bila aku diam. Namun aku akan terus bernyanyi, untuk melihatmu tersenyum, menertawakannya dan mencium keningku. Tertawa dan bermanja.